Setelah sebelumnya kita pernah membahas MB OH 1518,nah..sekarang kita membahas adiknya,Mercedes-Benz OH 1521 E3
Siapa yang nggk kenal dengan bus yang satu ini,,iya betul bus yang satu ini adalah penerus sang legenda"Intercooler".Intercooler adalah bus yang paling jozz..bertenaga cukup besar dan memiliki bantingan yang nyaman, berhasil membawa produk ini menjadi salah satu produk bus Mercedes – Benz di Indonesia yang paling laris. Seiring berkembangnya jaman, mesin ini mulai diregenerasi dengan produk – produk terbaru dari Mercedes, namun 1521 ini tidaklah dilupakan begitu saja..

Mesin ini lahir kembali dalam format yang lebih ringkas, OM 366 LA II 6 silinder berkubikasi 6000-an cc yang bertenaga 208 hp/2600 rpm dan bertorsi 660 Nm pada 1400 rpm direplace dengan OM 924 LA yang kini hanya memiliki 4 silinder dan kapasitasnya hanya 4800 cc. Namun berkat “otak pintar” alias engine management yang disematkan oleh Mercedes, mesin yang lebih kecil ini sanggup memproduksi tenaga yang sama besarnya, bahkan dari sisi torsi, mesin baru ini unggul 80 nm dibandingkan OH 1521 terdahulu.
Spesifikasi OH 1521 E III:
Mesin
OM 924 LA Euro 3, diesel 4-silinder segaris, injeksi langsung dengan turbocharger dan intercooler
Diameter langkah 106/136 mm
Isi Silinder
4.800 CC
Daya maksimum
133 kW (210 HP) pada 2.200 rpm.
Torsi maksimum
740 Nm pada 1.480-1600 rpm
Kopling
MF 295 Single Disc, Dry, servo hydraulic actuated
Transmisi
MB G85-6/70-073 manual 6-percepatan maju, satu mundur.
Kecepatan maks
120 km/h
Perbandingan gigi
5.222 (47.9)
Berat (GVW)
15.000 kg
Suspensi depan
Pegas daun dengan peredam kejut dan stabilizer
Suspensi belakang
Pegas daun dengan peredam kejut dan stabilizer
![]() | ||||||||||
Ukuran mesinnya bisa dibilang kecil,tapi tenaganya bro. |
Chassis / Mesin ini sendiri sudah lama dirilis setelah 1525 dan 1518 xbc hadir, dan hampir bersamaan dengan hadirnya 1526. Keunggulan dari OH 1521 E III ini adalah disematkannya 3 ECU, yang mana pada 1525 dan 1526 masing – masing hanya menyematkan 2 ECU. Teknologi yang disematkan semuanya lebih berfokus pada keawetan mesin dan keselamatan. OH 1521 E III ini akan secara bertahap menurunkan tenaga mesin dikala mesin sudah menyentuh temperatur tinggi, mulai 97 derajat celcius.. alarm akan berbunyi untuk memberitahukan pengendara kemudian bila mesin masih dipaksakan bekerja hingga menyentuh 105 derajat celcius mesin akan otomatis menurunkan tenaganya, dan bila pengemudi masih ngeyel juga membejek bus, hingga overheating, bus tidak akan lagi merespon injakan pedal gas lagi dari si driver, bahkan akan otomatis berhenti.

Klo mau liat penampakan OH 1521 E3 silahkan pergi ke bandara Soekarno Hatta naik bus damri,salah stu pengguna terbanyak OH 1521 E3.
Panel dan setirnya sama seperti kakaknya 1525 dan 1526
Kecanggihan tidak hanya sebatas itu saja, dalam kondisi darurat semisal kabel pedal gas yang memiliki panjang 9 meter hingga mesin putus karena suatu hal, bus akan mengkondisikan diri secara otomatis, putaran mesin akan terjaga pada rpm 1300 – 1500, yang mana sudah lumayan untuk membantu bus tetap berjalan. Driver masih bisa memiliki kendali penuh walau kondisi pedal gas sudah tidak berfungsi lagi. Pada kasus ini pedal rem pun mengambil alih juga sebagai pengontrol rpm mesin, yang mana kala ditekan, mesin akan menurunkan putarannya hingga 600 rpm. Fitur lainnya yang sangat bermanfaat adalah dimaksimalkannya Engine Brake dan Sistem pengereman Full Air Brake, iya seperti yang dilakukan Oleh Hino pada RK Series, Mercedes juga mengadopsinya dan bila tekanan angin menipis bus akan mengerem, jadi kasus – kasus rem blong yang sering ditemui pada bus – bus lama dipastikan akan hilang. dan juga distribusi kekuatan pengereman yang disempurnakan demi kenyamanan penumpang, ketika si driver menekan pedal rem, bus awalnya akan melakukan deselerasi pada roda belakang, dan ketika kecepatan tereduksi barulah roda depan akan mulai mengerem dengan tekanan pedal yang lebih dalam. Tidak heran MB begitu bangga dengan produknya OH 1521 E III ini dan menjulukinya si “Bus Pintar”
![]() |
cipaganti termasuk salah satu pengguna 1521 E3 terbanyak |
tapi....MB OH1521 E3 ini masih bisa menghandle body yang lagi ngetrend yaitu JetbusSHD2+ by karoseri adiputro,walaupun owerhang nggk keliatan,tapi nggk masalah

banyak juga perusahaan bus yang menggunakan bus ini untuk armada akap atau pariwisata karena lebih irit..
mungkin cukup sekian dari saya,bila ada kesalahan kata saya mohon maaf
karena saya hanya manusia biasa,,
jika ada kritik,saran atau pesan silahkan berkomentar,,
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat
ABM.2016
Sumber Foto : Google Image,Imotorium,Busmania
Ada
BalasHapusKah yg jual mesin bekas om 366la..kalo ada kisaran brpa harganya om